Kamis, 18 Oktober 2012

Luruskan Niat

agar tulisan saya bernilai ibadah maka saya awali tulisan saya ini dengan "Bismillahirrahmanirrahim"
sahabat-sahabatku sekalian yang insya Allah selalu dalam naungan rahmat-Nya, insya Allah kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman kepada sahabat-sahabat sekalian.
ketika saya bertanya kepada kawan-kawan seperjuangan ku di SMA dan diperkuliahan mengenai apa tujuan mereka sekolah atau kuliah?, kebanyakan dari mereka menjawab: "biar dapet ijazah lah, kan kalo kita mempunyai ijazah kita gampang mendapat kerja.". 
memang alasan teman-teman dalam menjawab pertanyaan saya itu sangat masuk akal karena ijazah adalah modal awal untuk menempuh dunia kerja. tanpa ijazah maka susah sekali untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang kita inginkan. 

sahabatku yang baik (meniru gaya aa gym), mari kita renungkan sebuah hadits berikut ini:
عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
(( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لإِمْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٌ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)).
Dari Umar bin al Khaththab, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang bergantung dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang ingin ia perolehnya, atau untuk wanita yang ingin ia nikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang berhijrah kepadanya.
(HR al Bukhari (1/3 no. 1), Muslim (3/1515 no. 1907), dan lain-lain. Dan ini lafazh Shahih Muslim.) .
  
sahabatku, apabila hadits tsb kita korelsikan dengan pertanyaan saya yang diatas maka apabila kita niatkan sekolah/kuliah kita karena ingin mendapat ijazah dan kerja maka "ijazah dan pekerjaan" lah yang akan kita dapatkan. namun apabila kita niatkannya karena Allah maka kita kita inysa Allah kita akan  mendapat ridha nya.

dalam al-qur'an pun dijelaskan supaya kita ikhlas hanya karena Allah dalam beramal:
  1. surat at Taubah, ayat 31:

     وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

    … padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.  
  2. surat al Bayyinah, ayat 5: 

    وَمَآ أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوْا الصَّلَوةَ وَيُؤْتُوْا االزَّكَوةَ وَذَلِكَ دِيْنُالْقَيِّمَةِ

    Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
     
    sahabatku, mari kita luruskan niat kita dalam beramal (sekolah, bekerja, ataupun yang lainnya) hanya karena Allah SWT. kita tak perlu risau akan hasil yang nanti diperoleh. yang harus kita lakukan hanyalah berikhtiar/berusaha semaksimal mungkin lalu kita serahkan semuanya kepada Allah.

     wallahu a'lam b

1 komentar: