Sabtu, 24 November 2012

peristiwa 10 muharam

bismillahirrahmanirrahiim
sahabtku, sebagai umat islam tentu kita sudah tak asing lagi dengan peringatan 10 muharam, dimana pada hari ini banyak peristiwa-peristiwa besar dan kelebihan-kelebihan bulan muharam.diantaranya adalah:
  1. nabi adam as diciptakan oleh Allah SWT dan dimasukkan kedalam surga
  2. taubat nabi Adam as diterima oleh Allah SWT
  3. nabi idris as diangkat ke langit
  4. kapal nabi nuh as mendarat di gunung judi
  5. nabi ibrahim as selamat dari api raja namruzd
  6. nabi yunus as keluar dari perut ikan
  7. nabi ayub as sembuh total dari penyakitnya
  8. nabi yusuf as keluar dari sumur pembuangan
  9. nabi musa as menyebrangi laut merah beserta kaumnya
  10. kisah hijrah nabi muhammad saw
  11. penyelewengan hukum
  12. pemenggalan kepala (pembunuhan) cucu nabi muhammad yakni husain bin ali bin abi thalib di padang karbala oleh tentara yazid.
semoga tulisan yang singkat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
wallahua'lam bishawab

Rabu, 07 November 2012

tips menarik pembeli

bismillahirrahmanirrahim
sahabat, pada tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai teknik berdagang/berwirausaha yang baik (menurut versi saya). 
dalam dunia usaha kita harus mempunyai teknik tersendiri agar usaha kita bisa memperoleh hasil yang memuaskan. karena tanpa teknik yang benar maka kita akan kalah saing atau kurang diminati oleh konsumen. berikut ini ini adalah beberapa tips supaya hasil dagangan kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan:

Selasa, 30 Oktober 2012

bismillahirrahmanirrahim
sahabatku yang shaleh dan salehah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman kehidupan saya mengenai KEYAKINAN terhadap Allah SWT.
cerita ini bermula pada bulan ramadhan tahun 2009 yang lalu. ketika itu saya dilanda sebuah krisis mental (kalau sekarang sih biasa disebut GALAU). untuk lebih jelasnya kita langsung ke teeeekaaaapeee.
setiap bulan ramadhan saya mempunyai kegiatan rutin yakni dagang musiman (dagang kembang api), daya biasa dagang dipasar kaget daerah serpong tangerang. naaaah pada ramadhan tahun 2009 saya mempunyai dua keinginan besar yakni bisa masuk dunia perkuliahan dan bisa melunasi hutang ortu saya di bank yang jatuh tempo nanti bulan syawal.
dan pada waktu itu saya dipertemukan dengan orang yang sangat shaleh di pasar tempat saya dagang, kebetulan dia juga pedagang musiman seperti saya, namun kami beda jenis usaha. dia dagang balon waktu itu teh.
pasar tempat saya dagang itu dimulainya setelah ashar sampai jam 12 malam.  setiap hari saya selalu ketemu beliau di masjid dan akhirnya kami sering berinteraksi di masjid tersebut. dari pertemuan itu kami menjadi sangat akrab dan saya sampai berani berbagi cerita kehidupan (curhat) kepada beliau dari hal remeh temeh sampai hal terbesar.
dan akhirnya saya memberanikan cerita mengenai keinginan besar saya kepada beliau yakni pengen masuk kuliah dan bisa hutang ortu bisa lunas. dan beliau membalas curhatan saya dengan sebuah ayat al-qur'an yang berbunyi:

   يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوا إِنتَنصُرُوااللَّهَيَنصُرْكُمْوَيُثَبِّتْأَقْدَامَكُمْ
artinya: hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah,  niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu

dan beliau menceritakan banyak kisah-kisah mulai dari para nabi sampai kisah teman-temannya bahkan kisah kehidupan beliau berkaitan dengan ayat tersebut.
dengan banyak cerita kisah nyata yang beliau paparkan sehingga membuat saya tertarik untuk mencobanya.
beliau menyarankan saya agar keluar 4 bulan (kalau kata orang mah jaula) dan saya menyanggupinya.
saya keluar 4 bulan setelah selesai dagang musiman (satu minggu setelah lebaran), saya diajak ke masjid kebun jeruk dan saya diberi kasih pinjam uang 400rb (karena uang saya cuma 300rb). jadi saya berjaula selama 4 bulan dengan perbekalan hanya 700rb rupiah.
singkat cerita saya ditempatkan oleh orang markas (para ustad/kiyai) ke daerah pusat ibu kota jakarta, saya di daerah jakarta hanya 2 bulan. dan saya dikirim lagi oleh orang markas ke daerah banjar negara (jawa tengah). selama 4 bulan itu saya dididik keyakinan oleh para jama'ah dan kiyai2 tentang IMAN.
pada setiap kiyai/ustad yang saya temui saya mengutarakan tujuan saya dan jawaban para kiyai/ustad mulai dari jakarta sampai jawa tengah selalu sama yakni:
"yakinlah kepada Allah dengan sebenar2nya yakin; buang semua kepercayaan, ketergantungan kepada makhluk lalu kita masukkan hanya kebesaran Allah dalam hati kita; makhluk tak kuasa Allah kuasa, makhluk tak dapat memberi mudhorot maupun manfaat kecuali atas ijin Allah"
lambat laun keyakinan saya terhadap kekuasaan Allah semakin kuat dan dalam do'a saya selama perjalanan itu saya selalu selipkan 2 permintaan saya itu ( kuliah dan hutang lunas).
singkat cerita perjalanan saya pun selesai dan 2 do'a saya itu di kabulkan oleh Allah SWT.
 
semoga kita menjadi pribadi yang selalu yakin akan kekuasaan ALLAH.
 
pesan saya adalah: "ingatlah akan satu hal bahwa janji Allah selalu ditepati.
 
semoga bermanfaat
.  
                                               









Jumat, 19 Oktober 2012

HADITS TSALAQAIN

bismillahirrahmanirrahim

sahabaku yang shaleh dan shalehah, pada tulisan ini saya akan sedikit membahas tentang 2 pusaka yang dititipkan nabi kita sebelum beliau wafat. mungkin sahabat-sahabat sudah mengetahui pusaka tersebut. karena hadits tentang pusaka tersebut sangatlah masyhur dikalangan para perawi hadits.
berikut adalah hadits tentang 2 pusaka yang sangat terkenal tersebut:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ مَا اِنْ تَمَسَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدَ كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِى

“Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” 

namun, ada redaksi lain yang jarang bahkan tidak pernah kita dengar mengenai hadits tersebut. berikut adalah hadits-hadits yang berkenaan dengan dua pusaka nabi yang redaksinya jarang kita dengar:

diriwayatkan oleh shahih muslim:  

 Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Syuja’ bin Makhlad, keduanya dari Ibnu ‘Ulayyah : Telah berkata Zuhair : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Ibraahiim : Telah menceritakan kepadaku Abu Hayyaan : Telah menceritakan kepadaku Yaziid bin Hayyaan, ia berkata : “Aku pergi ke Zaid bin Arqam bersama Hushain bin Sabrah dan ‘Umar bin Muslim. Setelah kami duduk. Hushain berkata kepada Zaid bin Arqam : ‘Wahai Zaid, engkau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Engkau telah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, engkau mendengar sabda beliau, engkau bertempur menyertai beliau, dan engkau telah shalat di belakang beliau. Sungguh, engkau telah memperoleh kebaikan yang banyak wahai Zaid. Oleh karena itu, sampaikanlah kepada kami - wahai Zaid – apa yang engkau dengan dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam’. Zaid bin Arqam berkata : ‘Wahai keponakanku, demi Allah, aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat. Aku sudah lupa sebagian dari apa yang aku dengar dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang bisa aku sampaikan kepadamu, maka terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan kepadamu janganlah engkau memaksaku untuk menyampaikannya’. Kemudian Zaid bin Arqam mengatakan : ‘Pada suatu hari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdiri berkhutbah di suatu tempat perairan yang bernama Khumm yang terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan, lalu beliau bersabda : ‘Amma ba’d. Ketahuilah wahai saudara-saudara sekalian bahwa aku adalah manusia seperti kalian. Sebentar lagi utusan Rabb-ku (yaitu malaikat pencabut nyawa) akan datang lalu dia diperkenankan. Aku akan meninggalkan kepada kalian Ats-Tsaqalain (dua hal yang berat), yaitu : Pertama, Kitabullah yang padanya berisi petunjuk dan cahaya, karena itu ambillah ia (yaitu melaksanakan kandungannya) dan berpegang teguhlah kalian kepadanya’. Beliau menghimbau/mendorong pengamalan Kitabullah. Kemudian beliau melanjutkan : (Kedua), dan ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian akan Allah terhadap ahlu-baitku’ – beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali – . Hushain bertanya kepada Zaid bin Arqam : ‘Wahai Zaid, siapakah ahlul-bait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ? Bukankah istri-istri beliau adalah ahlul-baitnya ?’. Zaid bin Arqam menjawab : ‘Istri-istri beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam memang ahlul-baitnya. Namun ahlul-bait beliau adalah orang-orang yang diharamkan menerima zakat sepeninggal beliau’. Hushain berkata : ‘Siapakah mereka itu ?’. Zaid menjawab : ‘Mereka adalah keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Abbas’. Hushain berkata : ‘Apakah mereka semua itu diharamkan menerima zakat ?’. Zaid menjawab : ‘Ya’   


Nabi Saw bersabda, “Dan aku tinggalkan kepada kalian tsaqalain (dua peninggalan yang berharga), salah satunya adalah Kitabullah (al-Qur’an) yang dalamnya mengandung petunjuk dan cahaya. Ambillah kitabullah itu dan berpegang teguhlah kepadanya,” ia  menganjurkan dengan dorongan yang kuat agar umatnya berpegang teguh kepada Kitabullah. Kemudian ia bersabda, “Dan Ahlulbaitku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlulbaitku, aku ingatkan kalian kepada Allah tentang Ahlulbaitku.” ( shahih muslim, jilid 2 halaman 238)
 
Imam Muslim juga menyebutkan hadis yang lain (berkenaan dengan perintah berpegang teguh pada al-Quran dan Ahlulbait) dalam Shahîh-nya,jil. 7, halaman 122.

diriwayatkan oleh imam ahmad bin hambal(imam hambali):

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Abu Sa’id al-Khudri dari Nabi Saw, ia bersabda, “Sesungguhnya telah dekat bagiku untuk dipanggil (Tuhanku), aku pun akan memenuhi panggilan itu. Dan sesungguhnya aku tinggalkan tsaqalain (dua peninggalan yang sangat berharga) kepada kalian, yaitu: Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan keturunanku. Kitabullah adalah tali (Allah) yang terbentang dari langit ke bumi, dan keturunanku Ahlulbaitku. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui telah memberi tahuku bahwa keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya berjumpa denganku di Haudh. Oleh karena itu, perhatikanlah kalian dalam memperlakukan keduanya sepeninggalku.  (musnad jilid 3 halaman 17)

Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan dalam sumber yang sama, halaman 26, dari Abu Sa’id al-Khudri hadis yang lain. Demikian juga pada halaman 59, dari Abu Sa’id al-Khudri hadis yang lain.
Ia juga meriwayatkan pada juz keempat, halaman 367, dari Zaid bin Arqam hadis yang lain.

diriwayatkan oleh at-tirmidzi :
dari Jabir bin ‘Abdillah AI-Anshari yang berkata, “Aku melihat Rasulullah Saw. di dalam Haji Wada’ (Haji Perpisahan) di atas untanya ‘AI-Qushwa’ (nama unta Rasulullah Saw.)’, beliau berkhutbah. Aku mendengar beliau bersabda, “Ayyuhannas, sesungguhnya aku telah tinggalkan kepada kalian, yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan tersesat, yaitu: Kitabullah (Al-Quran) dan keturunanku Ahlulbaitku. ( shahih at-tirmidzi jilid 2 halaman 308)

masih banyak lagi perawi hadits yang merwayatkan hadits tersebut, namun saya tidak akan menuliskan semuanya disini. Saya hanya memberikan referensi-referensinya saja. Bagi sahabat-sahabat yang penasaran dengan tulisan saya ini silahkan buka kitab-kitab rujukan yang saya berikan.
  
 Ad-Darimi dalam Sunan-nya,jil. 2, halaman 432. An-Nasa’i dalam Khashâ ‘ish-nya, halaman 30.
AI-Kanji asy-Syafi’i dalam Kifâyatuth Thâlib, Bab Pertama, halaman 2.
Abu Dawud dan Ibnu Majah al-Quzwaini dalam kitab keduanya.
Abu Na’im aI-Ishfahani dalam Hilyah-nya, jil. I, halaman 355.
Ibnu al-Atsir dalam Asadul Ghâbah, jil. 2, halaman 12, dan jil. 3. halaman 147.
Ibn ‘Abdi Rabbih dalam AI-’lqdul Farid, jil. 2, halaman 158 dan 346.
Ibn AI-Jauzi dalam Tadzkiratul Khawâsh, bab kedua belas, halaman 332.
Al-Halibi asy-Syiifi’i dalam lnsânul ‘Uyûn, jil. 3, halaman 308.
Ats-Tsa’iabi dalam al-Kasyfu wal Bayân tentang tafsir ayat al- i’tishâm dan tafsir ayat ats-tsaqalân.
AI-Fakhrur Razi dalam Tafsir-nya, jil. 3, halaman 18, tentang tafsir ayat al-i’tishâm.
An-Naisaburi dalam Tafsir-nya, jil. I, halaman 349, tentang tafsir ayat al-i’tishâm.
Al-Khazin dalam Tafsir-nya, jil. I, halaman 257, tentang tafsir ayat al-a’tishâm, dan dalam jil. 4, halaman 94, tafsir ayat al­-mawaddah. Dan tentang tafsir ayat, ar-rahman.
Ibn Katsir ad-Dimasyqi dalam Tafsir-nya, jil. 4, halaman 113, tentang tafsir ayat al-mawaddah., dan jil. 3, halaman 485, tentang tafsir ayat at-tathhir, dan juga dalam Târikh-nya, jil. 5, tentang hadis Ghadir Khum.
Ibn Abil Hadid dalam Syarh Nahjul Balâghah, jil. 6, halaman 130, tentang makna al- ‘itrah.
Asy-Syablanji dalam Nurul Abshâr, halaman 99.
Ibn Shibagh al-Maliki dalam al-Fushulul Muhimmah, halaman 25.
Al-Hamuyini dalam Farâ’idus Simthain dengan sanadnya dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas.
Dan al-Baghawi asy-Syafi’i dalam Mashâbilush Sunnah, jil. 2, halaman 205-206.

semoga bermanfaat

wallahu a'lam

Kamis, 18 Oktober 2012

Luruskan Niat

agar tulisan saya bernilai ibadah maka saya awali tulisan saya ini dengan "Bismillahirrahmanirrahim"
sahabat-sahabatku sekalian yang insya Allah selalu dalam naungan rahmat-Nya, insya Allah kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman kepada sahabat-sahabat sekalian.
ketika saya bertanya kepada kawan-kawan seperjuangan ku di SMA dan diperkuliahan mengenai apa tujuan mereka sekolah atau kuliah?, kebanyakan dari mereka menjawab: "biar dapet ijazah lah, kan kalo kita mempunyai ijazah kita gampang mendapat kerja.". 

Rabu, 17 Oktober 2012

biografi sang imam



biografi sang imam
salah satu sahabat nabi sekaligus menantu dan khalifah ke-4 ini sangat menarik untuk dipelajari biografinya. karena beliau adalah orang yang sangat fenomenal dalam kehidupan ini. hal ini dibuktikan dengan suatu data yang menyebutkan bahwa ada kaum yang sangat mengagumi beliau sampai-sampai rasa kagum mereka ini berlebih-lebihan yakni menganggapnya sebagai tuhan mereka. namun ada juga kaum yang sangat membencinya.  Hal itu tercermin dengan jelas dari kata-kata beliau: "Ada dua fihak yang celaka karena berlebih-lebihan menilai sesuatu yang sebenarnya tidak kumiliki. Sedangkan pihak yang lain ialah yang demikian bencinya kepadaku sehingga mereka melontarkan segala kebohongan tentang diriku." Dari sini pulalah maka sang Imam  mengatakan: "Ada segolongan orang yang demi cintanya kepadaku mereka bersedia masuk neraka. Tetapi ada segolongan lain yang demi kebenciannya kepadaku sampai-sampai mereka itu bersedia masuk neraka."
siapakah orang yang dimaksud???